ULUNG BERCERITA
Cerita dan pengalaman sebagai wanita, istri dan pengajar mengenai hobi dan kegiatan sehari-hari.
Jumat, 21 September 2018
INNOCENT EVIL ( Intro)
Erina yang baru saja pindah ke sekolahnya, justru ingin sekali berteman dengan Irwan.
Apa Erina bisa berteman dengan Irwan?
Kenapa Erina mau berteman dengan Irwan?
Apa akan ada kisah kasih diantara mereka?
Rabu, 12 September 2018
the Synopsis
Senin, 10 September 2018
Na... Na.. (part2)
"Na, kamu salah paham. Maksud aku ma temen-temen baik kok," ujar Mamat sembari memegang pipinya yang merah ditampar.
Mamat terdiam dan menunduk.
"kamu kan biang nya? Kamu sih biasa diketawain sama yang lain. Tapi aku? Kamu pikir ga gimana perasaan aku?" Nana meninggikan nada suaranya, "pokoknya sekarang kamu berhenti dan balikin semua uang yg udah kamu terima. Dan jangan pernah bawa-bawa nama aku, apapun yang mau kamu lakuin".
Sepeninggal Nana, Mamat langsung terduduk lemas. Ia sedih, karena maksud baiknya ditolak mentah-mentah.
Senin, 03 September 2018
Bukan ga konsisten, tapi DINAMIS
Disebut sebagai orang yang gak konsisten,
Karena katanya ga bisa ngejalanin bisnis saya dengan fokus.
Maaf,bung...
Buat saya,, fokus itu bukan berarti hanya mengerjakan satu hal.
Harus ada yg diingat..
Saya ini masih seorang ibu rumah tangga, yang masih harus melakukan berbagai hal buat ngurus rumah dan ngurus suami.
Ya... Kecuali, si suami dapat dengan ikhlas membebaskan saya dari tugas rumah tangga.
Atau seenggaknya... Bantuin saya supaya kerjaan rumah bisa selesai lebih cepat.
Jadi, saya bisa dengan bebas fokus sama usaha saya ini.
Ok lah, saya pernah coba fokus dan konsisten buat jalanin usaha saya ini, tapi apa...
Yang terjadi malah saya dituduh malas malasan ngerjain kerjaan rumah. Karena main hp atau nonton drakor favorit.
Sedang, tidak melihat langsung apa yang sebenernya. Hanya sekedar asumsi... dugaan... Suudzon.
Kamis, 17 Desember 2015
Dikalahin gadget
Kemajuan teknologi dan informasi sekarang aduhai pesatnya.
Sosial media dan berbagai messenger bertebaran.
Smartphone jadi media pembukanya.
Dulu jaman belum kenal android, hp cuman sekadar buat telepon dan sms.
Waktu luang bisa jadi completely quality time sama sahabat dan keluarga. Alhasil komunikasi berjalan lancar.
Sekarang sudah kenal smartphone, tujuan semestinya semakin mempermudah komunikasi. Tapi... ironis kenyataannya.
Semisal saja saat makan bersama. Biasanya, diselingi obrolan ringan yg menambah nikmatnya suasana makan. Tapi kini, tangan kanan pegang sendok, tangan kiri scroll hp dan mata terarah ke layar hp.
Obrolan ringan?? Jangan banyak berharap.
Bangun tidur, yang dicari pertama pasti hp. Cek notifikasi.
Bahkan sambil hp di charge pun, sulit terlepas.
Entah apa yg dia dapat dari itu semua. Seakan terhinoptis, dan jadi autis terhadap sekitarnya.
Setelah lelah dengan aktifitas rumah tangga, inginnya istirahat melepas lelah dengan bercengkrama, mengobrol tentang apapun itu. Menikmati suasana kebersamaan itu obat mujarab dari seharian lelah. Tapi kenyataanya, meski aku disampingnya, menyandarkan kepalaku di pundaknya, tatapannya tak lepas dr layar hpnya.
Dan jika aku mengeluhkan soal itu, yang ada aku yg dimarahi.
Seandainya smartphone itu bisa juga menggantikanku untuk mengurus rumah, menyediakan makanan, mencuci baju dan menggantikan perhatianku padanya. Tak apa.
Tapi kenyataanya, semua kewajiban itu masih harus aku lakukan sendiri, sementara hakku terenggut oleh kecanggihan smartphone
Senin, 30 November 2015
Tak boleh marah, hanya dia yang boleh
Hari ini banyak yang aku lakuin salah??
Pertama pagi2 aku cuma bilang mau sarapan sama bubur, karena tenggorokan sakit banget buat nelen.
Ga maksa sama sekali, bahkan ga ada kata2 "beliin bubur donk" atau semacamnya yang bermaksud merintah.apalagi liat dia udah pake baju kerja. Oh, ya udah ga apa-apa banget. Beneran!!
Tapi entah kenapa, dia sambil cemberut ambil uang, waktu ditanya mau beli apa?
Biasanya dia ngambil uang mau beli rokok, tapi aku cek rokoknya masih ada.
Dengan ketus dia jawab,"kan tadi katanya mo bubur"
Pas dia balik bawa bubur, kebetulan aku liat lantai yg kotor bekas motornya. Jadi aku ke belakang dan ambil pel. Dia yg liat aku nongol bawa pel, lebih ketus lagi "bukannya bawa mangkok"
Ga banyak omonglah aku pagi itu. Kepala udah cukup sakit sisa demam semalem. Tenggorokan pun belom ada mendingnya.
Abis sarapan bubur, dia pergi kerja. Aku istirahat karena abis minum obat.
Agak siangan, suami udah balik pulang. Suasana lancar jaya. Dia nyuci motor, sedang aku nyuci baju seabreg yang numpuk lantaran sakit dan sibuk.
Abis nyuci motornya, dia duduk bersila di depan tv, main ps. No problem with that, karena aku juga asik main game di hp sambil nungguin cucian di mesin cuci.
Ga lama dia dipanggil lagi kerja.
Sore sekitar jam 4an, murid les dateng. Dan dia juga pulang.
Kondisi badan mulai drop lagi karena belom masuk makanan apa2 setelah bubur tadi pagi.
Abis beres ngajar, kepala beneran kerasa peningnya, perut kerasa perihnya. Tapi belum bisa istirahat.
Masih ada cucian yang belom beres dijemur. Ya udah sambil kaki gemeteran pun dijabanin.
Beres jemur baju, perut minta diisi udah urgent. Sementara ga bisa makan nasi dulu karena tenggorokan belom bersahabat, kondisi hujan pula.
Kubilang lah pada dia mau makan sama roti aja.
Lagi, dia sedang asik bersila di depan tv main ps. Tanpa melirik, dia cuma bilang. "Warung si A tutup, paling ke warung si B. Ada kan ya roti di warung itu"
"Iya"jawabku singkat.
Sesaat ditunggu masih belum beranjak juga dari main psnya, sedang perut ini udah perih dan kepala pening. Pengin minum obat, tapi ga bisa kalo belom makan apa apa.
Kesal lah...
Aku pergi saja, biar dengan langkah gontai pun beli roti sendiri.
Pulang dari beli roti pun, aku masih kesal. Waktu dia coba menggodaku, boro boro aku jawab. Secara masih kesal.
Eh, dia tidak kalah pasang muka masam.
Dia tuh kaya ga punya otak kadang kadang. Tau istrinya lagi sakit, abis capek kerja pula. Wajarlah kalo marah sedikit. Tapi tak bisa... tak boleh aku marah. Cuma boleh dia seorang.
Mentang mentang aku di sini tak punya siapa siapa. Dia seenaknya memperlakukanku begitu.
Tak cukup segitu.
Malamnya mau tidur pun aku dipunggungi.
Seperti tak mau dia menyentuhku saja.
Sakit sekali hati ini rasanya.
Semakin malam, entah kenapa batuk mulai menyerang. Mungkin, ada lah sedikit perhatian. Tapi... nihil.
Biarlah, aku bangun. Batuk aku sampai muntah muntah. Lalu minum obat.
Setelah itu ku cek hp ku sekejap, dia baru bangun. Bukan menanyakan soal batukku. Tapi dengan ketus berkata,
" udah malem, jangan maen hp terus"
Siapa yang main hp terus, yang ada dari tadi batuk terus.
Sekalian saja aku keluar kamar dan kutulis ini semua di blog.
Rabu, 04 November 2015
HOBI SAAT INI: CROCHET
Dulu waktu masih sekolah, suka tuh ngisi biodata di binder, kalau pas bagian hobi, isinya ga jauh-jauh dari membaca, menulis, menggambar, nyanyi, olahraga atau nonton tv.
Nah, sekarang hobiku udah ga se mainstrem itu lagi.
Saat ini hobiku adalah merajut.
khusus merajut crochet yang jarumnya bentuk hook atau kait yang biasa disebut hakpen
Pernah liat taplak meja yang dirajut? atau bros bunga yang dirajut? seperti ini...
nah... itu salah satu nya yang bisa dihasilkan oleh rajut crochet, sista...
dan masih banyaaakkk lagi yang bisa dibuat dari rajutan.
